Thursday, January 5, 2017

Onshore.

Kuta, Lombok.

Senyum dan tawamu malu-malu di antara daun-daun dan gemericik air kolam. Tak pernah sesenang itu, bukan? Kamu datang bersama segenap manusia yang mengelu-elukan namamu di atas angin yang dititipkan oleh laki-laki di atas bukit. Dan namaku sama tak berartinya dengan sebutir pasir di pantai kuta. Tapi namaku dan namamu dibangun bersama rindu yang terbawa angin sampai ke utara.

Ketika dunia berkontemplasi,
aku duduk seraya memohon doa untukmu,
dan langit sore Jimbaran mengamini.

5 Januari 2017.
Untuk kamu, lautan, dan landasan udara.
Masih boleh ucapkan selamat tahun baru, kan?

Friday, December 23, 2016

Dee.


Tidak ada yang tahu siapa menjadi apa di hari esok, lusa, dan seterusnya.  Kau tak akan tahu jika dia yang ada di hadapanmu, dapat menjadi seseorang yang hanya berlari di dalam buku harianmu.
Apabila kau adalah aku, dan dia adalah kau. aku akan tuliskan kau dalam selembar kertas hitam dengan tinta abu-abu.
Akan ku jadikan kau guru,
dan aku akan belajar darimu.

Sunday, December 4, 2016

Sore sendu di wajahmu.

Minggu sendu dengan untaian kata yang bertanya-tanya.
Apa relasimu dengan langit sore yang meletup-letup, 
suara syahdu adzan maghrib, 
dan riuh sebuah peron saat menunggu kereta?

Yang aku tahu,
kamu bersinergi dengan semesta.
tersenyum bersama dunia,
dan akulah satu-satunya yang hidup tak searah.

Dan tak ada yang sakit luar biasa,
melihat langkah-langkah yang menjauh,
senyum-senyum yang pudar,
serta mulut-mulut yang tak bersuara,

dan aku tak bisa apa-apa.



Semoga sukses.