Monday, September 19, 2022

Kata Ibu.

Will post about my Cirebon - Kuningan Trip soon.

Kata Ibu, tidak semua yang kita inginkan bisa kita miliki. Tidak semua hal yang menarik memberikan manfaat yang setimpal untuk kita. Tidak dengan permen di toko atau mainan milik teman. Tidak tas baru warna warni yang harus dibeli dengan uang, tentu aku tidak punya. Tidak pula sepatu hitam berpita yang dikenakan temanku di sekolah, itu miliknya, dan aku tidak punya.

Seiring bertambahnya usia, semakin banyak hal yang disaksikan, ku perhatikan, ku rasakan, ku ingini. Semakin terasa bahwa hal itu, apapun, kamu, hanya bisa digapai sebatas pantulan cahaya yang diterima oleh mataku. Aku hanya bisa menikmati bayangannya tanpa ada keutuhannya. Dan ada benarnya hal-hal itu untuk tetap menjadi bayangan karena jika ku miliki sepenuhnya, niscaya kepergiannya akan menjadi sakit yang sulit ku telan bulat-bulat.

Sahabat saya adalah orang yang berbahagia. Ia menikmati punggung ayam tanpa tahu ada bagian lain. Ia hanya mengetahui apa yang sanggup ia miliki. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki.

Rectoverso, Dee.

Friday, September 2, 2022

The smell.

Dealing with trauma and pain was never easy. 

...

Sakitnya masih ada?

Masih.

Coba bayangin, ya, kita di dalam ruangan dimana di sana ada benda yang berbau dan kita gak suka baunya. Kita akan gimana?

Ya, gak suka. Bau.

Sejam di sana kira-kira gimana?

Yaaa masih gak enak, sih.

Tapi kira-kira baunya masih semenyengat pertama kali gak?

Mungkin engga.

Kok bisa ya? Bendanya masih di sana, baunya masih di sana, tapi respon kita berbeda? Sama kaya rasa sakit, kita tidak pernah benar-benar bisa menghilangkan sakitnya, dia tetap masih ada di sana, tapi kita yang menjadi terbiasa.

...

Setelah dicoba dan dirasakan sendiri, memang benar, kan? Jika kita melihat hal-hal yang membuat hati berat, mungkin dulunya sakit sekali tapi kini bisa diingat sambil tertawa. Sakitnya tetap masih di sana, masih ada di dalam kita, tapi kita menjadi terbiasa dan sakitnya hidup bersama kita. Berarti kesalahan kita yang pertama adalah mencoba menghilangkan sakitnya.

Don't think an elephant. Proses kognitifnya emang gitu, Nas. Kita akan pikirin apa yang kita coba hilangkan. Distraksi itu jawaban paling masuk akal.

Kepada siapapun yang kini berada dalam ruangan berbau, you are loved and this too shall pass.

Tiga Pagi;

Tak ada yang lebih tabah

dari hatinya di jam tiga pagi

badannya terbangun untuk apa

kepada siapa

ia hanya ingin menutup mata


selimut-selimut itu menjadi dingin

sedingin dekapan yang tak ia miliki

tidak lagi

ia kini sendiri


suara-suara menjadi pegangannya kini

meyakini sempurna bukan miliknya

ia seorang malang yang hanya ingin mencintai dirinya sendiri

maka ia berdoa kepada Tuhan

tidak lagi, di jam tiga pagi.

...

Surely need a hunting buddy 'cause I'm lacking decent photos to be posted.