Wednesday, October 27, 2021

Selamat Ulang Tahun

 

Kinda miss my old editing style. Pinkish with grain (But this one is not that pinkish and with acceptable density of grain).

Seorang teman bercerita,

bahwa temannya tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya tahun ini.

Ia terlihat cukup kesal, meski ia bilang tidak juga. "Hanya menjadi pikiran saja," katanya.

Alih-alih ku anggap sebagai angin lalu, malah ku bawa tidur dan bertanya:

Mengapa bisa seseorang tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang lain yang hanya dilakukan satu kali setahun?

Kalau dipikirkan, tidak penting, ya? Tapi bagi sebagian orang, sepertinya tidak juga. Karena tanpa kita sadari, bagaimana bisa sebuah ucapan ulang tahun menjadi garis pengkotak-kotak dalam kehidupan kita sehari-hari? Nyatanya kini ucapan ulang tahun bisa menjadi penanda bahwa kita pernah cukup dekat atau tidak sama sekali.

Lantas, bagaimana dengan ucapan dan doa yang hanya diucap dalam hati dan tidak disampaikan langsung secara lisan atau tulisan kepada orang lain?

Apakah itu arti sebenarnya bahwa kita jauh tapi dekat di hati? Karena memang hanya hati yang tahu dan berkomunikasi?

Selamat hari Rabu.

Sunday, October 3, 2021

Mariuk.

 

"Minggu depan trekking, yuk!"
Gas.

Emang yang mendadak selalu jadi.

Sebenernya kita janjian sama abang tour guide jam 6.30, tapi baru sampai Sentul jam 7.30 hehe.

Kira-kira 7.50 kita berangkat naik pick up dari Sentul, tanpa tahu kalo jalanannya lumayan challenging ya, Kak, tanjakan dan turunan, jalan kecil. Biar lebih deskriptif, intinya kita harus pegangan, kalo gak kejungkal lol.

After 1 hour driving to the start point, we arrived and are treated by this breathtaking view.

Mau pemanasan dulu gak?
Mau, Mas!

Abis pemanasan baru deh kita start.

Ok go. Baru awal udah nanjak, berasa banget di paha lol. Thanks to mas tour guide for taking this pict.

"Mas, istirahat dulu."
Taking photos while ngos-ngosan. Thank God the medium level track was fully occupied so we took the easy level track.

Arrived at the main destination, Curug Mariuk.

Manggil-mangil buat nyebur. By the time your skin touch the cold water, rasanya kaya refreshed lahir batin.

Duduk aja bahagia.


Jujur bukan termasuk golongan yang suka menikmati alam (karena udah kelamaan tinggal di leuweung haha) tapi bener bener berkesan banget kayanya jalan-jalan kali ini.
Looking forward to have more adventurous trips!

p.s. credit to friends and mas mas tour guide for all the documentations.

Monday, September 6, 2021

Karena,

Digging my old folders and found my sg trip photos from years ago where everything seemed easy and uncomplicated. And also to find how bad my photo quality was back then, this is the only thing I could complain to my younger version.

Kita—yang suka menulis cerita di malam-malam yang kadang sepi, kadang juga ramai—tentu tahu bahwa tidak semua yang kita tulis adalah tentang kita sendiri, tidak semua yang aku tulis adalah kamu. Tidak semua tulisanmu adalah aku.

Aku tahu sekali.

Namun, kita juga tahu, kalau kata-kata tidak sembarang dibuat. Tiap pilihan diksi diracik dengan teka-teki yang kandungannya bisa berasal dari kisahku, kisahmu, orang lain, atau kisah kucing-kucing di rumah yang hobinya bunting melulu. Bisa juga kisah tentang cangkir yang bosan sehari-hari hanya dipajang dan menonton manusia lalu lalang.

Kalau bicara soal kisah yang dikandung di dalam kata-kata, aku juga jadi sadar. Bahwa menulis untuk beberapa orang, adalah sebuah tindakan reaktif akan sesuatu hal. Sebab akibat begitu singkatnya.

Aku mungkin menulis, karena kemarin dapat doorprize seperangkat handuk dari kantor. Ku ceritakan apa warnanya, jumlahnya, teksturnya. 

Atau, ku menulis karena si kucing yang hobinya bunting, kemarin melahirkan dua anak lagi, lucu lucu.

Aku juga mungkin menulis, karena kamu.

Tapi pertanyaannya, apakah kamu pernah menulis, karena aku?


Masih awal September.

Ternyata sudah Senin.