Saturday, April 27, 2013

Parody, yes?

Tau Eyang Subur? Tau Arya Wiguna? Kalo gatau, googling dulu sanah.

Setelah semingguan nontonin drama Eyang Subur vs Adi Bing Slamet, kelas gue pun terjangkit virus flu babi Arya Wiguna.  Akhirnya kemaren, gue sama temen-temen gue bikin video parodi Arya Wiguna. Jabbaar jadi Arya Wiguna, Kevin jadi Adi Bing Slamet.  Cuma setengah versi, sih, nonton aja deh pokoknya.





Sorry for making the bloopers longer than the real video haha. Thanks for watching, have a nice day x.

Thursday, April 25, 2013

Pensil, Penghapus, dan Pengawas.

Hot news tentang gue : Gue udah UN. Thank you for those who claps their hands for me *kedip-kedip*
Akhirnya Nasya UN.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu kejadian juga.
Akhirnya selese juga.
Akhirnya bebas juga.
And fyi, selesai ujian tadi gue mendadak bisa terbang, jadi gue terbang dari sekolah sampe rumah, well engga, sih, boong. Yang jelas gue gak dibolehin kemana-mana sama emak gue abis UN tadi, harus langsung pulang.  Rencana nonton Ironman 3 gue gatot cetar membahana.

The most important thing of all, akhirnya gue nyaksiin gimana kalimat-kalimat anak kelas gue selama setahun yang isinya ".....nanti abis UN" runtuh dan hancur berkeping-keping di depan gue HAHAHA. Problem, huh?
Dan empat hari spektakuler kemaren gue anggep cuma sebagai gerbang menuju gue yang mau jadi anak SMA nanti. Cie.
Tapi gue gak mau nulis tentang gimana kalo gue jadi anak SMA dengan tinggi gue yang di bawah rata-rata ini, kok, engga.

These 4 days realizing me that I have them, sahabat-sahabat gue.  Gue sama mereka berjuang bareng dan mereka yang seserius hari ini dan 3 hari kemaren udah nyadarin gue, mereka bisa serius ternyata. Bukan, bukan, maksud gue mereka bisa ngebuktiin apa yang mereka bilang, mereka belajar bener-bener, biar bisa lulus bareng-bareng.  Tapi gue juga gak nyangka Igavene Viis bisa seserius itu.___. pada pake pelet apa lo?

Woles men.

And I'd love to thank you.................
Buat semua yang udah doain gue sama temen-temen gue, makasih ya buat harapannya.
Buat orang tua semuanya, makasih ayah, bunda, mama, papa, ibu, bapak, papi, mami, pipi, dan mimi.
Buat yang udah ngasih support, makasih buat senyumnya.
Buat guru-guru yang udah ngajarin tiap hari sampe mabok, makasih ya pak, bu.
Buat temen-temen seperjuangan, makasih ya tangan dan bahunya.
Buat pengawasnya, makasih pak, bu, udah ngawasin Igavene, tapi laen kali pake kaos kakinya jangan beda sebelah ya, pak, bikin gak konsen.

And for those who wonders, guess what.......


we have passed the national exam.

Salam 17 tangan.

Saturday, April 6, 2013

Ku Harap Begitu.

Terlalu kejam untuk tidak ku ceritakan apa yang terjadi.
Aku berharap tidak terlalu jatuh saat kau melihatnya mendatangimu.
Bukan cokelat panas, bukan kopi panas, bukan teh hangat, hanya segelas air putih, yang ku harap akan membuatku merasa lebih baik dengan semua keajaiban yang dimilikinya.

Angka-angka di tanggalan itu memandangku dengan tatapan penuh dendam.  Terasa seperti tidak menghargai diriku sendiri, tak pantas juga.  Tapi apa yang seharusnya ku lakukan saat semua hal bertentangan dengan pemikiranku, yang sejujurnya tak pernah menguntungkan akhirnya?  Tampar aku 5 kali jika kau bicara tentang konsekuensi.  Bolehkah aku menunggu hingga konsekuensi lenyap di saat dunia berlari bersamamu?

Mematung di saat dunia berkontemplasi. Ini ilusif dan cukup sudah untukku.

Pikiranku karut-marut sudah setelah semuanya ku anggap akhirnya.  Bagai sebuah intermeso di tengah-tengah pertunjukan murahan sambil mendengarkan pria tua bercerita tentang analogi-analogi tak jelas, lalu berkicau tentang cuaca hari ini.  Omong kosong, aku bahkan tak paham.

Entah apalagi yang harus aku lakukan.  Rasanya ada sesuatu yang mengganjal melihat sekelilingmu, bahkan jam terkena aritmia jantung dan cermin diabetes, ku pikir. Ya, mungkin harus ku biasakan diriku dengan semua hal, hingga waktunya untuk berubah, semuanya. Tapi segalanya terasa mudah untuk diucapkan, ku rasa aku benar.

Sejujurnya, terlalu lelah untuk mengatakan aku lelah dengan semua ini.  Aku lelah, lalu apa?  Hal-hal semacam itu tak kan pergi bersamamu dengan mudah seperti mengedipkan mata.
Tapi ku harap semuanya, aku, kau, jam, tanggalan, dan dunia, menjadi lebih baik begitu hari ini usai, ku harap begitu.