Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Friday, June 12, 2020

Bintang.

Matahari.

Satu pengakuan buruk selama 4 tahun ke belakang ini:

Saya tidak pernah tamat satu buku pun.

Sempat latah mengikuti teman-teman yang mulai baca buku self-improvement dengan anggapan harusnya bisa menambah skill dan saya pun jadi bersemangat sekali. Sampai pernah satu kali menggunakan jasa titip dari India karena katanya buku-buku di sana lebih murah. Begitu buku-bukunya sampai, langsung saya coba baca. Sayangnya, baru menyelesaikan dua bab, saya bosan. Rasanya mau menertawakan diri sendiri sekaligus bingung. Apakah saya sudah bosan dengan buku-buku?

Beberapa hari sebelum lebaran, akhirnya saya nostalgia dengan koleksi buku semasa SD menuju SMP. Betapa buku tidak hanya mengandung cerita di dalamnya, ia juga membuat cerita baru untuk saya. Pernah suatu ketika SMP, saya dan teman saya berangkat ke Jakarta untuk main dan pulangnya membeli buku. Nyatanya saya lebih ingat cerita bagaimana saya dan teman pergi ke sana--berdua saja, naik angkutan umum, tidak diantar siapapun, dan yang paling penting saya benar-benar tidak tahu jalan--daripada cerita dari buku itu sendiri. Rasanya seru sekali. Tidak lupa pengalaman mencari dan mengoleksi buku terbaru dari suatu seri dan rasanya puas sekali kalau sudah dapat di awal-awal terbit.

Sampai akhirnya minggu kemarin buka segel buku Matahari karya Tere Liye yang saya beli tengah tahun 2016, sebelum masuk kuliah. Lagi-lagi fiksi. Saya coba baca dan tahu-tahu habis. Ternyata saya tidak bosan baca buku, saya hanya penggemar fiksi. Saya pun langsung bersemangat untuk melanjutkan serial Bumi, namun betapa kagetnya ketika saya mengetahui sekarang serial Bumi sudah 9 buku?!

Rasanya seperti bangun dari tidur yang panjang sekali.


masih bulan Syawal.
-Nay

Thursday, July 9, 2015

Hujan Bulan Juni

Source: Google. Not mine.

Senang begitu masuk toko buku, karya Sapardi Djoko Damono itu bertengger di banyak rak buku. Tulisan hari ini bukan mengenai novel tersebut, bukan. Terlebih karena saya belum kunjung punya, dari masalah beli online ternyata salah kirim, terus kehabisan stock di penerbit, sampai ke toko buku malah beli buku lain, yah begitu. Jadi saya gak akan komentar apa-apa dulu sampe nanti saya lahap sampai habis.

Kurang lebih saya mengenal puisi "Hujan Bulan Juni" ketika saya masih berseragam putih-biru.  Saat itu sedang pelajaran Bahasa Indonesia bersama salah satu guru yang saya kagumi.
"Kenapa harus Bulan Juni?" ujar beliau.
"Emang kenapa, Pak?"
"Karena Bulan Juni biasanya sedang musim kemarau, mana ada hujan turun musim kemarau, jarang."

Setelahnya, saya merasa sangat terkagum-kagum dengan puisi tersebut, betapa suatu hal sederhana bisa jadi sangat dalam maknanya, berasal dari keseharian yang janggal kemudian menjadi sangat berarti. Sejak hari itu, saya mencintai Hujan Bulan Juni.

Agak aneh, ya, untuk siswa SMP jaman sekarang. Saya juga heran. Tapi masa-masa SMP saya, merupakan pengalaman yang paling 'sastra'.  Guru Bahasa Indonesia saya bisa dibilang orang sastra dan merupakan salah satu guru yang punya banyak fans di sekolah. Selain masih muda, beliau juga guru yang paling dekat dengan siswa. Tak jarang pelajaran Bahasa Indonesia menjadi sesi curhat mencurhat atau sekedar ngobrol-ngobrol santai sambil makan, ya, sambil makan. 
Kalau sedang ke meja beliau di ruang guru, hampir tak pernah absen, si buku "Aku" karya Chairil Anwar yang ada di film AADC itu, bertengger di samping cangkir berisi minuman. Belum lagi koleksi buku-buku sastra lainnya yang kadang dibawa ke kelas. 

Pelajaran Bahasa Indonesia ala beliau bisa dibilang jauh dari kata membosankan. Salah satu materi yang saya suka adalah menganalisis karya sastra, lagi dan lagi salah satunya adalah puisi.  Hari itu belasan puisi ditampilkan dengan proyektor yang biasanya malah bikin ngantuk.  Sampailah pada puisi "Padamu Jua" karya Amir Hamzah.

"Coba kalian baca, kira-kira tentang apa puisinya?" tanya beliau. Satu dua orang menjawab tentang rindu akan kekasih, tentang cinta, dan lain sebagainya.
"Jawabannya belum tepat. Coba perhatikan lagi di kalimat 'serupa dara di balik tirai'. Puisi itu biasanya menggunakan bahasa kiasan, artinya bukan sebenarnya. Kalau di situ ditulis dara, berarti yang dimaksud bukan dara....."

Lalu beliau panjang lebar menjelaskan sampai akhirnya berkesimpulan bahwa dara yang dimaksud adalah Tuhan.
Lagi-lagi saya terkagum-kagum terhadap sebuah karya sastra dengan diksi dan maknyanya yang luar biasa, bagi saya tentunya.

Kemudian, selain guru saya, saya juga memiliki sebuah tim musikalisasi puisi, kurang lebih begitu. Hampir tak pernah absen tim kelas saya tampil di acara-acara yang diadakan oleh sekolah. Terlebih, salah satu kawan saya adalah anak dari salah seorang penyair Indonesia.  Sebagai motor tim kami, biasanya dia dan saya mengaransemen puisi yang telah dibuat atau dipilih kawan yang lain. Sampai mentok-mentoknya hilang inspirasi waktu cari nada, diksi, malas latihan, suara sumbang, senar putus, tamtam jebol, sudah kami rasakan semuanya. Lalu, pernah suatu kali, saya tahu harusnya hari itu kami mendapat materi musikalisasi puisi pada pelajaran Bahasa Indonesia, namun guru kami malah melewatkan materi tersebut.  Tapi tak ada yang bertanya, saya pun diam-diam saja.

Sejak hari-hari itu, saya jadi cinta betulan.  Sampai baru-baru ini, seorang kawan bertanya, "Nas, Sapardi Djoko Damono bikin novel?"
Saya kaget. Ternyata salah satu kawan saya yang punya toko buku online mem-posting buku tersebut dengan tambahan '10% off'. Tanpa ragu, saya pesan. Tapi pada akhirnya, setelah yang sampai malah sepilihan sajak--bukan novel, dan segala printilan yang tidak penting, saya pun belum juga lihat isinya. Kudu sabar, hehehehehehehe.

Sudah dulu panjang lebarnya.
Sudah masuk 10 hari terakhir.
Besok masih harus puasa, kan?

Friday, August 1, 2014

Good books, good movies.

Emang gak pernah bosen ngobrolin tentang buku bagus sama film bagus.

Pembalasan dendam banget setelah berbulan bulan nyentuhnya buku pelajaran doang dan gak bisa nonton film dengan tenang. Jadi gue pengen bahas bahas singkat aja sih berhubung lagi bingung mau ngapain, daripada ngebala terus di group, kasian nanti handphone-nya pada nge-lag (big thanks to my stupid phone).

So, it's one of the Jenny Han's. To All The Boys I've Loved Before. Lagi iseng blogwalking dan nemu rekomendasi dari salah satu post-nya Katina (thank you for the lovely blog, Katina) and got the ebook from her. Lumayan suka cover dan judulnya, jadi tertarik baca hehehe tapi sebenernya yang paling menarik adalah penulisnya. Emang belum pernah baca buku Jenny Han sebelumnya, makanya jadi penasaran. It was composed in first person view and you would see the love life through the view of a quirky girl.
Fun fact : tokoh utamanya, Lara Jean, 16 tahun.

Lagi baik nih, jadi siapapun yang mau coba baca salah satu coretannya Jenny Han dan males nyari ke toko buku, gue punya free ebook buat kalian (however Katina gave me for free yeah). Drop me an email (nasya05@yahoo.com), siapapun yang tertarik, bisa tulis alamat blog kalian juga, in case gue bete dan pengen baca baca blog orang haha. Nothing beats all the feeling you get from reading the real book flipping the paper one by one but hey, it's free.

Buku selanjutnya Satu Keping. Wih, apa tuh? Hehe the only reason gue mau punya buku ini adalah...........Sri Izzati. Lagi lagi karena penulisnya haha. Penulis favorit gue sejak kecil ini akhirnya merilis buku terbarunya awal Maret 2014 kemarin. Buku ini, cerita tentang patah hati, dan sukses bikin gue baper sekaligus membakar rasa kangen gue terhadap teteh yang satu ini. Pokoknya dikemas teramat apik plus puisi-puisi yang tek jleb duar.

Duh teteh Izzi yang cantik dan baik hati, bukumu memang the perfect dose of medicine of which I was desperately in need.


Buku selanjutnya, Bumi. Karya Bang Tere Liye ini belum selesai gue baca jadi yaaaaaaaaa gak bisa ngomong banyak huehehehe. Sejauh yang gue tau, buku berbau fantasi ini (cielah berbau) bakal punya beberapa seri. Gue selalu punya ketertarikan sendiri sama buku-buku berseri, seneng nunggu buku lanjutannya, seneng kalo nanti jadi buku-buku yang recommended dan gue punya semua serinya hahahaha jadi ya silakan diburu ;)

Yang ini bukan buku, bukan. The Shawshank Redemption. Salah satu film lama yang sialnya baru gue tonton baru-baru ini. Dapet rekomendasi (lagi) dari salah satu temen, seinget gue film-film yang dia kasih isinya tentang war dan Mission Impossible 1, 2, 3 yang bisa lo tonton di Tr*ns TV. Berhubung cuma film ini yang bukan war, jadi tergeraklah hati gue nonton ini and no regrets, bagus, two thumbs up!

I still have a long list that I've yet to be started, tapi buat yang punya rekomendasi lagi dan berbaik hati memberikan rezekinya ke gue (halah), silakan aja. 

Selamat baca buku dan nonton film.

Wednesday, February 19, 2014

The Fault

So did the kindergarten years pass like every sunset we lost.  It's good to be back but what to say? People met faces they didnt know when time ran in some races in some nights on September. Starting to make a net of hopes and been taught by a star to be dazzle. We're the master of our fates, our souls, our lifes, our faiths. So, Shakespeare, teach me how to say I'm really on your side, because the fault is not in our stars, but in ourselves.


People grow, dont change.  But when they stop growing, they start changing.

Sunday, December 8, 2013

Fame.

Bliss #2 A Dash of Magic by Kathryn Littlewood

Yesterday, after we had accomplished our examination, in which we had to acquiesce a million trees were cutted for the making of papers, use only in about a half and an hour each and it happened twice until three times a day in a week.  I love trees but schools don't.
I'm so hyped for the second movie of Hunger Games and after I had done my economy paper, finally I watched Catching Fire.  I've listened to all the good feedbacks from my friends and I bet I would be chagrined if I didn't. The catching fire was in so many ways unlike the first movie and I found myself liking it that much.  Maybe it's Jennifer Lawrence, the way she gave a role to Katniss perfectly perfect, and Liam, and Josh ofc<3

Anyway, you would had not believe what I had just found in a bookstore, the second book of Bliss Trilogy!  It doesn't have a plot like Benedict Society trilogy, Ulysses Moore, moreover Mockingjay but with a dash of magic it has, I like it.  I'm so curious about the Bliss Cookery Booke and Rosemary effort to take it back from her sly and greedy aunt. Even she has a great-grandfather of her great-grandfather aged 127.

Besides these two happy happy day, unfortunately I still have a math paper tomorrow.
Happiness and Sadness both couldn't be separated in order to the law of life. Happy Sunday.

Saturday, November 30, 2013

Sense.

Antoine de Saint-Exupery

Seems like a lifetime ago when I have too much time for rest and watch movies and blogging and eat ice cream, after murdering my brain with geometrical formulas or something inessential problem you must solve for the national exam.

After several break (it's not a break actually), we're back again at square one.  And I would have the final test for my first term in about 35 hours. But the thing about education is, I dont really know if I should devote my spare time by flipping through textbooks, because our education system now is trying to kill me slowly.
I'm trying to appreciate the government attempting this new curriculum but it's way so hard actually. Omg half time I dont know what I'm talking about he-he.

After all this inutility words, at least I want to tell you one thing im still holding on:
dream wouldn't be true unless you put it on hardwork and effort.
Wish me a good fortune and God gives me the way.